Tukang harian dan borongan pilih yang mana | ARA Sipil dan Arsitektur

Tukang harian dan borongan pilih yang mana

foto profil arasitek

Arasitek

Apr, 05 2022

Tags:

Tukang

Tukang harian dan borongan pilih yang mana

Last Updated: Apr, 06 2022

Buat anda yang berencana untuk membuat atau merenovasi rumah mungkin akan bingung dalam menentukan lebih baik pakai borongan atau harian dalam sekema pembayaran tukang anda. Mungkin anda berfikir lebih hemat mana dalam pembayarannya dan hasilnya lebih bagus mana, meskipun semua itu relatif dan tegantung dari masing masing tukannya. Maka tulisan ini tidak bermaksud menggeneralisasi tukang maupun mendeskritkannya. Baik mari kita bahas terlebih dahulu dari tukang borongan maupun harian sebagaimana sistemnya.

Sistem tukang harian

Sistem pembayaran tukang dengan sistem harian yaitu pembayaran di hitung per hari kerja dan biasa di bayarkan per minggu maupun per 2 minggu sesuai absen. Sistem ini lebih fleksibel bila anggaran terbatas karean pengerjaan bisa di cicil. Sistem harian juga lebih fleksibel karena proyek bisa dihentikan kapan saja jadi cocok untuk pengerjaan yang tidak terkengkang batas waktu. Tapi biasannya tukang harian lebih malas dan pengerjaan lambat bila pengawasannya kurang.

Sistem tukang borongan

Sistem ini biasanya menggunakan sistem pembayaran per presentase pekerjaan dengan sistem ini yang kita bayar adalah hasil jadinnya bukan absensi tukang. Harga borongan bersifat lum sum sehingga pengerjaan cepat. Sistem ini lebih jelas total biayanya karena sudah ketahuan total biayanya di muka. Sistem ini biasanya hasilnya cepat tapi hasilnya kurang bagus. Apalagi jika sekaligus material biasanya kualitas material yang di pakai di bawah standart.

Kelebihan tukang harian dan borongan

Tukang harian dan borongan memiliki kelebihan masing masing baik dari segi biaya maupun hasil pengerjaan.

Kelebihan tukang harian

  • Biaya bisa dicicil

Biaya tukang yang di hitung secara harian dan di bayar mingguan dapat memberi anda fleksibilitas dalam penyiapan anggaran belanja proyek sehingga meskipun dana belum ada tapi pengerjaan masih bisa di mulai.

  • Bisa melihat hasil kerja terlebih dahulu

Dengan sistem tukang harian anda bisa melihat pekerjaan tukang terlebih dahulu. Selain itu bila ditemukan masalah di lain hari maka anda bisa lebih fleksibel dalam mengganti tukang. Selain itu pekerjaan tukang harian lebih rapi daripada tukang borongan.

Kelebihan tukang borongan

  • Harga sudah pasti

Harga borongan untuk keseleuruhan proyek sudah ditetapkan di awal dan di bayar per termin atau prosentase pekerjaan dlam durasi waktu yang sudah ditentukan.

  • Waktu pengerjaan cepat

Biasanya waktu pengerjaan borongan lebih cepat daripada harian. Karena mengerjar keuntungan makanya pengerjaan di buat cepat.

Kekurangan tukang harian dan borongan

Untuk kekurangan tukang harian dan borongan bisa dilihat sebelum anda menentukan mana yang cocok untuk anda.

kekurangan tukang harian

  • Biaya cenderung membengkak

Kebiasaan tukang harian pengerjaan lebih lambat. Tukang harian lebih cocok untuk pengerjaan skala kecil dari pada proyek besar.

  • Butuh pengawasan

Kebiasaan tukang harian bila tidak diawasi makan pekerjaan jadi lambat. Maka anda perlu kerja extra dalam pengawasan tukang.

Kekuarangan tukang borongan

  • Hasil kurang bagus

Biasanya tukang borongan kualitas pekerjaan kurang bagus karena mengejar waktu saja tanpa mementingkan kualitas. Makanya diperlukan pengawasan extra untuk mendapatkan mutu dan kualitas yang bagus

  • Pekerjaan terburu buru

Biasanya pekerjaan di kejar waktu dan banyak yang kurang dan ketinggalan dalam hal pengerjaan.

Cara memilih tukang harian atau borongan

Pilih tukang yang profesional dan juga hindari tukang yang masih tetanggga karena akan muncul rasa sungkan dlam pengerjaan dan biasanya klo kenal malah susah menegur. Untuk proyek besar bisa menggunakan skema borongan agar budget tidak bengkak daripada harian biaya bisa tidak terkontrol. untuk renovasi kecil dan pekerjaan sederhana bisa pilih skema harian saja.

/ /

Tukang harian dan borongan pilih yang mana